Pagi itu, Jakarta terasa lebih sibuk dari biasanya. Ghea melaju dengan mobil hitamnya, melintasi jalanan yang padat, menuju pertemuan yang sudah dijadwalkan dengan tim hukum. Matanya memantau spion secara teratur, sebuah kebiasaan yang sudah dia pelajari dari Devan, selalu waspada, selalu memeriksa sekitar. Dan pagi itu, waspadanya membuahkan hasil. Dari kejauhan, dia melihat sebuah mobil abu-abu tua yang mengikuti dengan jarak yang konsisten. Tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. Cukup untuk mencurigakan."Ada yang membuntutiku," katanya singkat, suaranya tenang tapi penuh kewaspadaan. "Mobil abu-abu, sudah tiga kilometer mengikuti dari belakang. Aku sudah beberapa kali berbelok dan dia masih di sana."Di ujung telepon, Devan tidak terkejut sama sekali, seolah-olah dia sudah menunggu kabar ini. "Kami sudah mendeteksinya sejak kamu keluar dari kompleks perumahan," katanya dengan nada tenang. "Tim keamanan siber kami menangkap aktivitas mencurigakan dari seorang pria yang memesan la
Last Updated : 2026-07-30 Read more