"Dominic dan Dayana membawa Ruby, Ma. Dominic justru marah, dia sampai menamparku dan hampir mencekikku karena Dayana." Amara menangis tersedu di depan Sista dan Archer, di kediaman baru mereka yang berada di Savalas. "Aku sangat yakin, pasti Dayana sudah meracuni pikiran Ruby, sampai-sampai Ruby tidak mau denganku, Mama kandungnya...." Tangis Amara kian tergugu di sana. Di momen ini, ia harus berhasil menggaet simpati kedua orang tua Dominic. Archer berdecak geram. "Apa-apaan mereka?" gumamnya kesal. Amara menatap sedih Papa mertuanya. "Tolong, Pa ... aku hanya ingin Ruby. Aku berjanji tidak akan macam-macam pada rumah tangga Dayana dan Domimic lagi," ujarnya. "Bahkan aku siap pergi dari keluarga ini asal aku bisa mendapatkan anakku kembali dan membiarkan Dominic bahagia bersama Dayana." Di samping Amara, Sista—Mama mertuanya mengulurkan tangan mengusap pundak Amara dengan lembut. "Amara, kau mau pergi ke mana, Nak? Kau sudah tidak punya orang tua ... daripada Dayana, Mama leb
閱讀更多