"Lo kenapa nggak milih berdamai sama bokap lo?" Kafka menoleh lalu bergumam pelan, "Emang harus?" "Ya … tergantung lo sih. Tapi menurut gue, kalau lo udah yakin sama diri lo sendiri. Udah ikhlas, ya berdamai aja.""Jujur, ini berat banget buat gue. Tapi, makasih udah mau peduli." Kafka mengusap kepala Olivia.Gadis di sampingnya sedang menatap ponsel, menunggu Abangnya membalas pesan. Oliver bilang, besok laki-laki itu akan pulang ke Indonesia. Jadi, Olivia harus menitip banyak oleh-oleh."Selama ini banyak yang peduli sama lo, anggota geng ko juga peduli. Cuma, lo terlalu cuek. Jadi mereka agak sungkan." Olivia mengangguk. "Gue tau, menurut lo mereka baik karena udah lama jadi teman lo. Tapi, menurut pandangan gue. Mereka peduli sama lo, Kafka, mereka sayang sama lo sebahagia keluarga.""Rio juga bilang gitu," gumam Kafka. "Gue bukannya nggak mau terlalu terbuka sama mereka. Kasihan mereka, Liv. Beban keluarga mereka juga banyak, gue nggak mau nambah beban mereka lagi.""Gue paham,
Read more