مشاركة

BAB 157.

مؤلف: brownies coklat
last update تاريخ النشر: 2026-08-15 22:56:18
Bus kota sore ini tidak terlalu penuh, hanya ada beberapa orang termasuk Olivia yang duduk di kursi tengah serta dua orang lainnya di kursi belakang. Saat pintu depan bus hampir tertutup, tiba-tiba sosok laki-laki menghalangi pintunya. Membuat sang sopir ngedumel. Olivia mendongak sedikit, melihat siapa yang menahan bus untuk segera pergi.

Ternyata seorang laki-laki yang sejak pagi Olivia hindari kembali menampakkan wajahnya di bus yang sama dengannya. Sialnya lagi, laki-laki ini memilih duduk
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   BAB 176.

    Pagi hari ini Olivia datang ke sekolah dengan mood yang super buruk. Semalam sejak dia pulang ke rumah, dia tidak lagi berusaha menghubungi Kafka. Tidak peduli pada laki-laki itu sampai di rumah pukul berapa.Olivia mengaduk bakso dengan tatapan kosong, membuat Sarah yang duduk di depannya langsung memahami situasi."Kayaknya si Olivia galau ya, dia juga berangkat nggak sama Kafka tadi." Sarah menyuap bubur ayam miliknya.Panji yang duduk di samping Sarah ikut menatap Olivia. "Kayaknya iya, dia pagi-pagi biasanya selalu ceria. Ini kelihatan nggak mood banget, berantem kali mereka?" Sarah menggeleng. "Nggak, bisa jadi emang Olivia yang ngediemin Kafka." Diangguki Panji, dia tidak sedang makan apapun. Hanya ikut Sarah makan di kantin sebelum bel masuk kelas mulai. "Emang kalau pacaran mesti galau mulu, ya? Kapan bahagianya kalau gitu?" Sarah gantian menoleh, mengerutkan keningnya. "Itu namanya lo nggak benar-benar suka sama dia, kalau lo suka sama dia pasti bahagia. Walaupun nggak se

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   BAB 175.

    "Lo kenapa nggak milih berdamai sama bokap lo?" Kafka menoleh lalu bergumam pelan, "Emang harus?" "Ya … tergantung lo sih. Tapi menurut gue, kalau lo udah yakin sama diri lo sendiri. Udah ikhlas, ya berdamai aja.""Jujur, ini berat banget buat gue. Tapi, makasih udah mau peduli." Kafka mengusap kepala Olivia.Gadis di sampingnya sedang menatap ponsel, menunggu Abangnya membalas pesan. Oliver bilang, besok laki-laki itu akan pulang ke Indonesia. Jadi, Olivia harus menitip banyak oleh-oleh."Selama ini banyak yang peduli sama lo, anggota geng ko juga peduli. Cuma, lo terlalu cuek. Jadi mereka agak sungkan." Olivia mengangguk. "Gue tau, menurut lo mereka baik karena udah lama jadi teman lo. Tapi, menurut pandangan gue. Mereka peduli sama lo, Kafka, mereka sayang sama lo sebahagia keluarga.""Rio juga bilang gitu," gumam Kafka. "Gue bukannya nggak mau terlalu terbuka sama mereka. Kasihan mereka, Liv. Beban keluarga mereka juga banyak, gue nggak mau nambah beban mereka lagi.""Gue paham,

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   BAB 174.

    Suasana taman samping kediaman Kusuma sudah tidak terawat seperti dulu saat Kafka dan ibunya masih tinggal di rumah ini. Pohon besar dan bunga-bunga yang indah sudah lenyap, menyisakan ilalang tinggi yang menutup sebagian sisi taman.Kafka tersenyum getir saat melihat pohon bonsai yang dulu ada tiga pasang, sekarang hanya tinggal satu pasang. Rasanya seperti melihat kehidupannya yang perlahan dihapus dari ayahnya.Kafka menunduk, menahan air matanya yang melesak turun. Tangannya gemetar saat menyentuh pohon bonsai kecil yang beberapa sisi batangnya sudah patah dan mengering, di atas tanah yang masih basah tergeletak miniatur pesawat terbang milik Kafka saat umur enam tahun.Tangan Kafka menggapai miniatur pesawat itu, mengusap sisa tanah pada badan pesawat itu perlahan. Catnya sudah luntur dan usang, terlihat sekali benda itu tidak pernah dipindahkan sejak terakhir kali Kafka meletakkannya. Miniatur itu adalah hadiah dari ibunya dulu, saat Kafka menangis untuk pertama kalinya saat di

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   BAB 173.

    Suara dentingan alat makan beradu di keheningan ruang makan kediaman keluarga Kusuma. Sore tadi, saat Kafka hendak mengantarkan Olivia pulang. Karina menelpon Kafka, memberitahukan kepadanya kalau ayah mereka sedang mengadakan perjamuan makan malam.Kafka awalnya tidak peduli, hingga suara tawa dari laki-laki yang amat sangat dia kenali membuat Kafka mengubah keputusannya.Jadi disinilah dia duduk di meja makan panjang yang memuat hingga dua belas orang. Kafka duduk di samping Olivia, telat di sudut. Menjauhi kumpulan keluarganya. Ibu tiri Kafka dan Ayahnya duduk berdampingan, di hadapannya ada Karina dan juga Rendi. Ya, suara laki-laki yang tertawa tadi adalah Rendi.Karina yang mengundangnya, entah untuk urusan apa. Kafka tidak ingin tahu.Hardi, Ayah Kafka keluar dari kursi. Tangan kanannya mengangkat tinggi-tinggi gelas wine yang entah sejak kapan pria itu miliki. "Untuk merayakan hari jadi pernikahan saya dan istri, mari kita saling bersulang." Suara dentingan gelas menggema,

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   BAB 172.

    Angin sore yang menyapu wajah Olivia dan Kafka membawa kesejukan yang berbeda dari sebelumnya, tepat sebelum matahari benar-benar turun dari singgasananya. Kafka mengajak Olivia untuk makan es krim di taman kota yang sedang direnovasi, tidak ada pengunjung yang datang selain mereka.Hal ini Kafka gunakan untuk mewujudkan salah satu impiannya untuk bersama Olivia di taman kota, menatap senja yang indah.Olivia sedang mengunyah permen karet yang dibawanya dari apartemen Kafka, dia membuat gelembung besar. Berkali-kali juga Kafka pecahkan dengan ranting pohon. Berakhir dengan Olivia yang membuang sisa permen karetnya."Lo mau kuliah di mana kalau nanti lulus?" Pertanyaan itu meluncur bebas dari mulut Kafka.Entah dorongan dari mana, tiba-tiba dia jadi memikirkan masa depannya.Olivia menoleh. "Di luar negeri. Biar bisa satu tempat tinggal sama Abang lagi," jawabnya santai.Hal itu tentu mengusik Kafka, bukan tidak ingin Olivia jauh darinya. Hanya saja Kafka belum yakin. "Nggak mau di Ind

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   BAB 171.

    "Kenapa lo kepikiran bikin geng the syndicate waktu itu?"Olivia memakan nasi goreng buatan Kafka yang nyatanya tidak terlalu buruk, rasanya enak walaupun agak sedikit asin. Tidak apa, masih bisa ditoleransi oleh mulut Olivia. "Gue kepikiran udah lama soal ini.""Karena bokap gue. Perasaan gue pernah ceritain sama lo deh?" Tatapan Kafka memicing. "Lo jadi pikun juga sekarang?""Mulai … mulai …""Bercanda."Olivia mengunyah kerupuk yang berhasil di goreng oleh Kafka, untung yang ini tidak gagal. "Gue cuma mau mendengarkan penjelasan langsung dari lo aja, penasaran."Kafka mengangguk."Gue benci bokap gue, gue mau berusaha berontak. Ya … gue bikin geng itu, bokap gue nggak suka sama geng. Jadi, gue pakai cara itu buat bikin dia membenci gue," jelasnya. "Gue nggak suka sama bokap, dia terlalu plin plan. Dia nggak bisa jadi kepala keluarga yang baik buat keluarga dia sendiri."Olivia memiringkan kepalanya, menatap Kafka yang duduk di sebelahnya. Sejak menceritakan tentang ayahnya, gerakan

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   Bab 2.

    “Gue curiga deh sama lo, Liv.” Olivia yang merasa dituduh langsung memutar bola mata malas.“Kenapa?” ujarnya menatap Sarah. Hari pertama sudah dianggap curiga. Bagaimana besok besoknya?Sarah bergeser, berbicara pelan. “Soal Kafka narik tangan lo, itu lagi jadi bahasan di sekolah.”Gerakan tangan

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   Bab 1.

    “Peraturan pertama, jangan deket-deket sama anak-anak The Syndicate. Apalagi sama Kafka. Lo gak mau kena kartu merah di minggu pertama pindah kan, Liv?"Sarah, teman sebangku Olivia, berbisik dengan nada cemas saat mereka baru saja melewati koridor utama. Hari ini adalah tepat satu minggu sejak Ol

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   Bab 5.

    Hari pertama Olivia kembali ke sekolah terasa seperti berjalan di atas hamparan duri. Belum sampai di pintu kelas, tatapan sinis dan bisik-bisik dari murid lain sudah menyambutnya. Olivia berusaha menunduk, namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan besar mencekal lengannya.Semua orang di korido

  • Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!   Bab 4.

    Sejak dua hari lalu, Olivia memutuskan untuk tidak masuk sekolah. Ia berusaha menghindari semua hal yang berkaitan dengan Kafka. Setidaknya, dua hari ini pikirannya benar-benar teralihkan meski rasa sesak di dadanya belum sepenuhnya hilang.Mamanya menyadari ada yang tidak beres dengan Olivia sejak

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status