Share

Apa Itu Pacaran?

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-09-09 12:44:13

"M-Makanan?!" cetus Reynard terbata-bata, matanya melotot sempurna menatap putranya sendiri.

"Iya! Kenapa Tante Alina sama Papa harus sembunyi-sembunyi kalau mau makan pacaran?" ulang Sean dengan polosnya, memasang wajah sangat penasaran.

Alina yang berada di atas ranjang seketika tersedak udaranya sendiri. Wajahnya yang semula memerah kini makin terasa membakar. Ia dan Reynard saling melempar tatapan panik, kebingungan setengah mati mencari alasan logis yang pas untuk anak berusia enam tahun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Luka Yang Mengubah Selamanya

    "Bagaimana bisa seorang ibu tega meninggalkan bayinya di hari persalinan, Nyonya?" bisik Alina dengan napas tertahan, seolah tak percaya dengan pendengarannya. Nyonya Ella menghembuskan napas berat, matanya meredup penuh duka. "Iya, Alina... Angel tidak pernah menginginkan kehadiran Sean sejak awal. Bagi wanita itu, kehamilan adalah musibah besar bagi karirnya sebagai model." "Maksud Nyonya... dia tidak bahagia saat tahu dirinya hamil?" tanya Alina dengan raut wajah tak menyangka. "Bukan cuma tidak bahagia, tapi dia selalu menyalahkan Reynard atas kehamilan itu," sahut Nyonya Ella dengan intonasi memelan, menggegam erat tangan Alina. "Setiap hari Angel mengamuk. Dia menangis histeris karena merasa bentuk tubuh dan perutnya menjadi rusak, bergelambir, dan tidak indah lagi. Rumah tangga mereka diisi pertengkaran tiada henti." Alina membelalakkan matanya. "Lalu... bagaimana sikap Tuan Reynard menghadapi amukan istrinya saat itu?" "Reynard yang selalu mengalah," desah Nyonya Ella

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Ingin Menahami Reynard

    "Untuk apa Ibu marah, Alina?" sahut Nyonya Ella lembut, suara merdu wanita paruh baya itu memecah kecanggungan yang sempat membeku di antara mereka. Nyonya Ella meletakkan mangkuk bubur di atas meja kecil, lalu meraih jemari Alina yang gemetaran di atas selimut. Ia mengusapnya dengan kehangatan seorang ibu yang tulus. "Jujur saja, Ibu tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa Reynard dekat atau berpacaran. Mau dia anak konglomerat, wanita karir, atau wanita biasa seperti dirimu, Ibu tidak peduli," tutur Nyonya Ella dengan pendar mata yang teramat jujur. "Yang Ibu inginkan cuma satu, Alina... Ibu cuma ingin Reynard bahagia dan bisa melupakan masa lalunya yang begitu kelam." Mendengar penuturan tulus itu, ada desir hangat yang membuncah di dalam dada Alina. Namun, di saat yang sama, rasa penasaran yang selama ini terkunci rapat di relung hatinya mendadak menyeruak naik. Tentang masa lalu Reynard... tentang bagaimana sebenarnya hubungan pria itu dengan mantan istrinya. Selama bekerj

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Apa Itu Pacaran?

    "M-Makanan?!" cetus Reynard terbata-bata, matanya melotot sempurna menatap putranya sendiri. "Iya! Kenapa Tante Alina sama Papa harus sembunyi-sembunyi kalau mau makan pacaran?" ulang Sean dengan polosnya, memasang wajah sangat penasaran. Alina yang berada di atas ranjang seketika tersedak udaranya sendiri. Wajahnya yang semula memerah kini makin terasa membakar. Ia dan Reynard saling melempar tatapan panik, kebingungan setengah mati mencari alasan logis yang pas untuk anak berusia enam tahun itu agar tidak terus bertingkah seperti wartawan. "E-Ehem! Sean... 'pacaran' itu bukan makanan, Sayang," potong Reynard cepat seraya berlutut menyamakan tingginya dengan Sean. Tangannya memegang kedua bahu kecil putranya. "Bukan makanan? Lalu pacaran itu apa, Pa?" cecar Sean tak mau kalah, matanya berbinar menuntut jawaban jujur. "Pacaran itu... artinya bersahabat! Iya, bersahabat dekat sekali!" sahut Reynard berbohong demi mengamankan situasi. Pria tegap itu tersenyum kaku seraya melirik Al

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Ibu Sudah Tahu

    "Tidak seperti yang dibayangkan bagaimana, Alina? Orang jelas-jelas Ibu melihat dengan mata kepala Ibu sendiri," goda Nyonya Ella dengan kerlingan mata penuh kehangatan seraya melangkah anggun memasuki ruangan. Wajah Alina makin memerah padam hingga ke leher. Ia memundurkan tubuhnya di atas tempat tidur, menyembunyikan wajahnya yang panas di balik selimut. "N-Nyonya... Tuan Reynard hanya... hanyamembantu menyuapi saya karena tangan saya masih lemas..." "Sudahlah, Alina, tidak perlu bersembunyi-sembunyi lagi di belakang Ibu," kekeh Nyonya Ella santai. "Ibu ini sudah tahu semuanya dari Reynard!" Mendengar ucapan blak-blakan sang ibu, jantung Reynard serasa melompat ke tenggorokan. Pria tegap itu mendadak panik setengah mati. Ia membelalakkan matanya, menatap ibunya seraya mengedipkan mata berkali-kali sebagai sinyal agar Nyonya Ella tidak bicara sembarangan di depan Alina. Kedip. Kedip. Reynard memberi kode keras dengan isyarat wajah, mencoba memberi tanda darurat. Namun, Nyony

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Cemburu?!

    "Saya hanya ingin menjadi wanita yang peduli pada orang-orang di sekitarku, Tuan..." bisik Alina lirih dengan pendar mata yang teramat jujur. Napas wanita muda itu masih terasa agak pendek, menahan nyeri di perutnya yang terus berdenyut. Ia menatap Reynard yang berdiri tegang di samping ranjangnya dengan tatapan lembut tanpa rasa dendam sedikit pun atas amukan pria itu. "Apalagi pada Sean..." lanjut Alina, menyunggingkan senyum tipis yang amat manis walau bibirnya masih pucat pasi. "Bagaimana mungkin saya bisa acuh? saya... saya hanya ingin belajar menjadi calon ibu yang baik untuk putra pria yang sangat saya cintai." Deg! Kalimat sederhana yang lolos dari bibir Alina itu bagaikan petir menyambar dada Reynard, namun menyengatnya dengan rasa hangat yang meluap-luap. Rasa marah, kesal, dan frustrasi yang semula memuncak di kepala Reynard seketika hilang tak berbekas, menguap tuntas digantikan oleh rasa berdesir hebat di relung hatinya. Pria tegap yang biasanya berwibawa itu mendada

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Ketakutan Reynard

    "Mengapa kau harus memikul semua beban ini sendirian, Alina?" bisik Reynard dengan suara serak yang memecah kesunyian malam di ruang perawatan itu. Malam makin larut, membawa pekatnya kegelapan dan dingin yang kian menusuk hingga ke tulang. Di bawah temaram lampu kamar VIP, Reynard masih setia duduk di kursi kayu samping ranjang. Pria tegap yang biasanya selalu tampak tangguh dan tak tersentuh itu kini terlihat begitu rapuh, tenggelam dalam pusaran kesedihan dan ketakutan masa lalu yang kembali bangkit menggerogoti jiwanya. Penolakan keras dari ayahnya, Tuan Richard, terus berputar bagaikan kaset rusak di dalam kepalanya. Kalimat-kalimat tajam sang ayah yang meragukan ketulusan Alina serta bayangan trauma ditinggalkan oleh mantan istrinya dulu kini menjelma menjadi ketakutan terbesar dalam hidup Reynard. Ia begitu takut... takut jika Alina akhirnya merasa lelah, menyerah, dan memilih melangkah pergi meninggalkan perjuangan cinta mereka. Dengan jemari yang bergetar pelan, Reynard me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status