Gairah Brata sudah di ubun-ubun, didorong oleh keputusasaan dan rasa hancur yang baru saja ia luapkan. Namun, tepat ketika bibir pria itu turun menyapu belahan dadanya, tangan Mira mendadak menahan dada bidang majikannya dengan kuat. "T-tidak, Ndoro... Tolong, jangan..." bisik Mira, suaranya bergetar hebat diiringi isakan tangis yang langsung pecah. Gadis itu memalingkan wajahnya, mencengkram kerah bajunya yang sudah terbuka. Gerakan Brata terhenti seketika. "Kenapa, Mira? Bukankah kamu bilang kamu akan menuruti kemauanku?" geramnya dengan napas terputus-putus, menahan ngilu karena hasrat yang menggantung. "T-tapi tidak malam ini, Ndoro. Saya mohon..." Mira menatap Brata dengan sepasang mata sayu yang digenangi air mata. Ia mengangkat tangannya, membelai rahang Brata yang masih basah oleh air mata pria itu sendiri. "Ndoro sedang hancur... Saya tidak mau Ndoro menggunakan saya hanya sebagai pelarian, lalu besok pagi Ndoro merasa semakin berdosa dan membenci diri sendiri."
Last Updated : 2026-07-21 Read more