Ancaman Ratna akhirnya terbukti. Bukan dengan amarah atau teriakan, melainkan dengan kehadirannya yang terus menempel pada Brata, seperti bayangan yang tak pernah bisa disingkirkan. Di mana ada Brata, di situ pasti ada Ratna. Jika Brata membaca laporan di ruang keluarga, Ratna meminta Bi Sumi mendorong kursi rodanya ke sana dengan alasan tak ingin jauh dari suaminya. Saat Brata makan, Ratna duduk di sebelahnya, menyajikan makanan dengan senyum manis bak istri yang paling berbakti. Ia menguasai seluruh waktu dan perhatian Brata tanpa celah, sama sekali tidak menyisakan ruang sedetikpun bagi suaminya untuk sekadar berpapasan, apalagi berduaan dengan Mira. Brata, yang merasa istrinya sudah "waras" dan kembali penurut, sama sekali tak punya alasan untuk menghindar. Siasat ini benar-benar mengunci pergerakan Mira. Selama berhari-hari, ia hanya bisa menggigit jari, menahan kekesalan karena mangsanya terus dijaga ketat oleh sang nyonya besar. Hingga malam ini, kesempatan emas itu ak
Last Updated : 2026-07-30 Read more