"Luka di lututnya cukup dalam karena serpihan kaca, tapi sudah saya bersihkan dan jahit sedikit agar tidak infeksi," jelas Dokter Hans sambil membereskan peralatannya. Pria paruh baya itu menatap prihatin ke arah ranjang berukuran king size berselimut sutra abu-abu gelap, tempat Mira terbaring lemah dengan wajah yang pucat. "Tapi yang lebih mengkhawatirkan adalah memar panjang di punggungnya, Pak Brata," lanjut sang dokter, menoleh pada Brata yang berdiri kaku dengan rahang mengeras di sisi ranjang. "Ditambah tekanan darahnya yang sangat rendah. Anak ini mengalami kelelahan fisik dan syok mental yang berat. Dia butuh istirahat total, nutrisi yang baik, dan lingkungan yang tenang." Mendengar kata 'syok mental' dan 'memar di punggung', napas Brata mendesis tajam. Bayangan Ratna yang mengayunkan tongkat penyangga dengan beringas kembali berputar di kepalanya. "Terima kasih, Dok. Bi Sumi akan mengantar Dokter ke depan," ucap Brata dingin. Sepeninggal dokter dan Bi Sumi, kehening
Last Updated : 2026-07-24 Read more