"J-jika itu memang keputusan Bapak... Ratna sebagai anak tidak berani membantah." Ratna menundukkan kepalanya, menyembunyikan seringai kemenangan yang nyaris merekah di sudut bibirnya. Sempurna. Tanpa perlu mengotori tangannya sendiri, ia berhasil menyingkirkan Mira di depan Brata. Anton tertawa lebar. Tanpa basa-basi lagi, ia berdiri dan melangkah mendekati Mi ra yang mematung di sudut ruangan. "Ayo, manis. Mulai malam ini, majikanmu adalah aku," kekeh Anton. Tangan kasar pria itu langsung meraih pinggang Mira, menarik tubuh mungil gadis itu dengan kasar hingga menabrak dadanya. Jari-jari Anton dengan sengaja meraba lekuk pinggang Mira tanpa rasa sungkan. Tubuh Mira menegang. Dengan napas yang mulai memburu, ia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman itu. "A-maaf, Tuan... tolong lepaskan saya..." Suara Mira bergetar, sementara kedua tangannya mendorong pelan dada Anton. Wajahnya memucat, matanya berkaca-kaca, dan sesaat kemudian air mata mulai menggenang di pelupuk matany
Last Updated : 2026-08-01 Read more