Jessica melangkah masuk ke kamar utama keluarga Brata dengan sangat berhati-hati, membawa nampan berisi semangkuk bubur hangat dan beberapa butir obat di atasnya.Di atas ranjang ukuran besar yang mewah, Pak Brata, yang menjadi pilar utama bisnis Brata Group, terbaring lemah. Tubuh yang dulunya gagah dan ditakuti di dunia bisnis itu kini digerogoti oleh penyakit menahun."Pak Brata... waktunya makan siang dan minum obat," ucap Jessica dengan suara yang sangat lembut. Dia meletakkan nampan di meja nakas, lalu dengan telaten membantu memposisikan bantal agar Pak Brata bisa duduk lebih nyaman.Pak Brata membuka matanya yang sayu, beliau menatap Jessica, putri dari pelayan setianya yang sudah tiada. Beberapa tahun ini Jessica dengan tulus, sabar, merawatnya siang dan malam."Jessica..." suara Pak Brata parau, namun sarat akan ketetapan hati. "Panggil Morgan kemari, sekarang."Jessica tertegun sejenak, namun segera mengangguk patuh. "Baik, Pak."Lima belas menit kemudian, Morgan melangkah
Dernière mise à jour : 2026-06-16 Read More