"Apakah Tuan Louis akan turun?" tanya Sherly sembari merapikan tumpukan berkas di tangannya.Louis yang berdiri membelakangi meja kerja, menatap pemandangan kota di balik jendela kaca besar, menggeleng pelan. "Tidak.""Lalu, bagaimana dengan daftar tamu undangan malam ini?""Secara khusus, undang Jessica," ujar Louis datar, tanpa memalingkan wajahnya. "Lewat Pak Hendy. Minta dia menyampaikan undangan itu atas nama Pak Brata."Sherly mengerutkan dahi, tampak ragu. "Tapi... Pak Morgan sudah membawa pasangannya ke pesta, Bos. Nona Erika yang mendampinginya. Jika kita mengirim undangan untuk Nona Jessica, undangan itu masuk kategori apa? Apakah ini undangan khusus dari Anda?"Louis mengembuskan napas berat. Dia menyandarkan punggungnya pada kaca, menatap Sherly dengan pandangan tajam namun dingin. Dia sadar betul, jika undangan itu dikirim secara terang-terangan atas namanya, atau atas nama perusahaan pusat, Jessica tidak akan pernah mau menginjakkan kaki di pesta tersebut. Mengingat keha
Last Updated : 2026-08-28 Read more