Ruangan berbau obat-obatan itu terasa makin pengap bagi Casandra, namun baginya itu panggung kemenangan yang terus ia bangun setiap hari. Pagi itu, setelah Rendra berpamitan sebentar untuk urusan pekerjaan, Bu Widya datang seperti biasa—wajahnya terlihat dingin, bicaranya singkat, dan tatapannya seolah penuh ketidaksukaan. Sesuai rencana yang disusun rapi bersama Rina dan Rendra, Bu Widya sengaja membiarkan kesan bahwa keluarga kecil itu sedang hancur dari dalam. "Ibu terlihat lelah sekali..." ucap Casandra dengan nada lemah yang dibuat-buat, matanya mengamati Bu Widya yang duduk di kursi pinggir ranjang tanpa menyentuhnya sedikit pun. "Pasti sebab Rina ya? Dia makin sibuk, tak peduli rumah tangga, dan membuat Rendra juga tertekan." Bu Widya menghela napas panjang, sengaja mengerutkan kening seolah menahan kekesalan yang meluap. "Ah, jangan dibahas lagi. Sejak kandungannya makin besar, sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat. Dulu penurut, perhatian, sekarang malah seolah-o
Read more