Lara menelan ludah, berusaha keras menetralkan gemuruh di dadanya. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis, meski tangannya di atas pangkuan sedikit bergetar."Nggak, Bu. Bukan karena Pak Damian," jawab Lara, mencoba menyuarakan dengan nada setenang mungkin. "Lara mau cerai murni karena Mas Faris udah keterlaluan. Dia kasar, dia nggak bertanggung jawab, dan... dan dia selalu mengancam bakal hancurin hidup kita, ditambah lagi utang-utangnya… Keputusan ini untuk kebaikan Lara sendiri, untuk masa depan yang lebih tenang, bukan karena orang lain."Sang ibu menatap Lara cukup lama, seolah sedang menimbang kejujuran di balik kata-kata putrinya. Perlahan, beliau menghela napas panjang dan tersenyum, sebuah senyuman penuh pengertian yang membuat pertahanan Lara runtuh seketika."Ibu nggak menuduh kamu melakukan hal yang salah, Nak," ujar sang ibu lembut. "Ibu cuma melihat sesuatu yang berbeda. Selama tiga tahun ini, kamu selalu diam. Kamu takut Faris akan mencelakai Ayah dan Ibu kalau kamu berani
Última actualización : 2026-07-24 Leer más