Cahaya pagi masuk tipis lewat sela gorden. Di kasur, Damian terlentang, napasnya berat dan teratur. Satu tangan tergeletak di atas perut, selimut hanya menutupi separuh tubuh bagian bawahnya.Lara sudah bangun lebih dulu. Dia berbaring miring ke samping, menatap wajah Damian yang masih setengah tertidur. Rambut pria itu berantakan, dada naik-turun teratur. Bahkan ketika tidur pun ketampanannya tidak luntur. Lara tersenyum manis menatapnya. Lalu… tanpa sengaja ia melihat tonjolan di selimut, tepat di bawah perut Damian.Senyum Lara langsung pudar. Jantungnya berdetak lebih kencang. Ia menelan ludah, tapi entah mengapa tatapannya tak bisa lepas dari sana. Tanpa sadar, tangan kanannya bergerak pelan, menyingkap selimut ke bawah. Keperkasaan Damian sudah setengah tegang, urat-urat halus mulai menonjol. Lara menatapnya tanpa berkedip, entah berapa lama. Ini pertama kalinya dia merasakan dorongan yang begitu kuat untuk menyentuh benda itu. Bukan… Bukan hanya menyentuh atau mengusap.
Última actualización : 2026-08-06 Leer más