Suara teguran Reyhan menggelegar di udara dapur, memotong kenakalan Zayn tepat di puncaknya. Udara seketika membeku. Mata Kirana terpejam erat-erat, rasa panik mencengkeram dadanya hingga napasnya tertahan di tenggorokan. Seluruh persendiannya lemas, membayangkan kesalahannya akan ketahuan.Zayn sama sekali tidak panik. Gerakannya sangat mulus dan teratur. Tanpa melompat mundur atau menunjukkan gestur bersalah, Zayn dengan santai mengulurkan tangan kanannya yang tinggi melampaui kepala Kirana, menjangkau piring saji keramik berukir di rak paling atas. Begitu berhasil mengambil piring saji, ia berbalik dengan gerakan tenang, mengapit piring itu di dadanya lalu menatap Reyhan dengan raut wajah polos tanpa dosa."Aku sedang bantu Mbak Kirana ambil piring saji di rak, Kak," jawab Zayn santai, nadanya begitu wajar seolah tak terjadi apa-apa. "Raknya terlalu tinggi, tangannya tidak sampai."Reyhan menatap tajam Zayn dan Kirana selama beberapa detik namun terasa
Última atualização : 2026-07-29 Ler mais