بيت / Romansa / GODAAN DI SEPERTIGA MALAM / 55. DITANGKAP POLISI

مشاركة

55. DITANGKAP POLISI

مؤلف: Mystique
last update تاريخ النشر: 2026-08-13 21:00:27

Napas Reyhan memburu liar, dadanya naik turun tak beraturan seiring darah yang memompa cepat ke kepalanya. Setelah terhempas ke marmer dingin akibat sentakan Zayn, pria itu kembali merangkak bangun dengan sisa-sisa tenaga dan harga diri yang sudah hancur lebur. Mata merahnya menatap Zayn dengan pancaran kebencian yang begitu pekat.

"Bangsat kamu, Zayn!" teriak Reyhan histeris, menunjuk wajah adiknya dengan jari bergetar. "Aku tahu semuanya sekarang! Ini semua rencanamu, kan?! Kamu se
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   75. KEDAMAIAN EMBUN PAGI

    Cahaya keemasan matahari pagi perlahan merayap naik, menembus kabut tipis yang menyelimuti jalanan kota yang masih sepi. Burung-burung gereja berkicau riang di dahan pohon seberang jalan, menyambut pagi yang sejuk.Di lantai dua Kirana Flower, Kirana sudah terbangun sejak fajar mendatangkan terang. Matanya agak sembap dan tenggorokannya terasa kering akibat melewatkan malam dengan isak tangis yang tertahan.Setelah merapikan tempat tidur dan membasuh wajahnya, Kirana melangkah menuju jendela kayu kecil di bagian depan rumahnya.Ia mendorong daun jendela ke luar, berniat menghirup udara pagi yang segar untuk mengurai rasa sesak di dadanya. Begitu pandangannya mengarah ke bawah, langkah dan napas Kirana seketika terhenti.Di seberang jalan, persis di bawah naungan pohon rindang dekat toko bunganya, terparkir sebuah mobil sedan hitam yang sangat ia kenal.Kirana mematung. Matanya menyipit, memperhatikan kendaraan mewah itu. Melalui kaca depan yang diterpa pendar sinar matahari pagi, Kira

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   74. EGO & RINDU

    Pagi berganti dengan suasana yang serba salah. Di lantai paling atas gedung Nugraha Group, ruang kerja sang Direktur Utama yang biasanya dipenuhi aura ketegasan kini diliputi ketegangan yang pekat.Zayn duduk di balik meja kerjanya yang megah, memandangi tumpukan berkas laporan keuangan yang harus ia tandatangani. Namun, pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Fokusnya buyar total. Wajah Kirana saat melangkah pergi tadi malam, tatapan matanya yang dingin, terluka, dan penuh penolakan, terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.Zayn mengusap wajahnya kasar, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Untuk pertama kalinya dalam sejarah karirnya, Zayn tidak bisa berkonsentrasi bekerja. Prasangka Kirana semalam sungguh melukai harga dirinya. Ia merasa marah dan frustrasi karena Kirana menuduhnya secara sembarangan, menudingnya memiliki rahasia dan menyimpan ragu, padahal Zayn berjuang mati-matian di belakang layar justru demi melindunginya.'

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   73. RETAK DALAM HENING

    Malam setelah berita tentang Valerie Suwandi tersiar di layar kaca, suasana di dalam apartemen Zayn berubah total. Kirana memilih untuk mengurung diri lebih awal di kamar, memejamkan mata rapat-rapat dan pura-pura tertidur lelap saat mendengar langkah kaki Zayn masuk. Pria itu sempat berdiri cukup lama di samping tempat tidur, menatap tubuh Kirana yang membelakanginya dengan hembusan napas berat sebelum akhirnya berbaring di sisinya tanpa mengusik.Keesokan harinya, kecanggungan itu bukannya mencair, melainkan kian mengkristal menjadi dinding es yang lebih tebal.Kirana tetap memilih bungkam. Ia tidak menanyakan reaksi Zayn semalam, apalagi menyinggung isi surat beracun dari Reyhan. Harga dirinya menahan Kirana untuk tidak terlihat murahan atau putus asa dengan meluapkan cemburu buta.Kirana sengaja menyibukkan diri sejak pagi buta, menata ulang susunan bunga di toko, memperpanjang durasi belajar di perpustakaan kampus, dan meminimalkan interaksi dengan Za

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   72. BAYANG-BAYANG DI BALIK LAYAR

    Kertas remasan di dalam genggaman Kirana terasa begitu dingin dan meremukkan dada. Nama Reyhan dan bait-bait racun yang tertera di dalamnya seolah terus bergema, merusak seluruh kehangatan yang baru saja ia rasakan.Tetapi, Kirana bukanlah wanita lemah yang mudah memperlihatkan kerapuhannya. Dengan tangan yang bergetar, ia membuka laci meja kerjanya yang paling bawah, menyembunyikan surat dari Reyhan itu di sana, lalu menguncinya rapat-rapat. Kirana bertekad untuk menyimpannya sendiri. Ia tidak ingin terlihat kekanak-kanakan atau mudah terprovokasi oleh gertakan sang mantan suami. Kirana memilih berusaha bersikap biasa saja, berpura-pura seolah tidak ada satu pun hal buruk yang terjadi.Sayangnya, menyembunyikan luka dari pria sejelas dan setajam Zayn bukanlah hal yang mudah.Malam itu, Zayn datang menjemput Kirana seperti biasa. Saat Kirana masuk ke dalam mobil dan menyunggingkan senyum, Zayn langsung menangkap ada sesuatu yang aneh. Binar mata Kirana yang bia

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   71. SURAT DARI BALIK JERUJI

    Aroma harum mawar merah yang segar memenuhi setiap sudut Kirana Flower pagi itu. Di balik meja racik, Kirana sedang menekuni pekerjaannya dengan teliti. Jemarinya yang terampil dengan cekatan memotong tangkai, membersihkan duri-duri tajam, lalu menyusun kuntum demi kuntum mawar merah merekah menjadi sebuah buket yang amat indah. Di tengah kesibukannya, pendar cahaya matahari pagi menimpa jemari tanganya. Kirana menghentikan gerakannya sejenak. Matanya tertambat pada cincin pertunangan berhias berlian yang melingkar sempurna di jari manisnya. Kirana menatap cincin itu cukup lama. Bayangan wajah tegas Zayn, senyuman tipisnya yang langka, serta nada suaranya yang penuh kepemilikan sore kemarin di area parkir kampus seketika melintas di benak Kirana. Dada Kirana berdesir hangat. Rasa bahagia yang meluap-luap membuncah di hatinya. Setelah melewati badai pernikahan masa lalu yang kelam dan perjuangan keras membangun kehidupan baru, Kirana merasa akhirnya ia m

  • GODAAN DI SEPERTIGA MALAM   70. CEMBURU YANG MANIS

    Sejak insiden singkat dengan Pak Aris sore itu, Zayn tampaknya semakin menikmati peran barunya sebagai penjemput setia Kirana. Pria itu hampir tidak pernah absen berada di area parkir kampus menjelang jam kuliah Kirana berakhir.Kehadiran sosok sekelas Zayn Nugraha di lingkungan akademis tentu tidak pernah benar-benar tak terlihat. Pria berwajah tegas dengan setelan kemeja eksekutif kustom, jam tangan mewah yang melingkar elegan di pergelangan, serta aura dominan yang amat memikat itu seketika menjadi daya tarik utama di area luar gedung kuliah.Bagi mahasiswi-mahasiswi muda, kedatangan mobil sedan hitam berpelat nomor khusus itu ibarat panggung hiburan sore. Mereka yang biasanya terburu-buru pulang, kini rela berlama-lama duduk di bangku taman kampus hanya untuk sekadar mencuri pandang, berbisik kagum, atau berpura-pura melintas di dekat Zayn.Sore itu, jadwal kuliah Manajemen Finansial Kirana selesai sedikit lebih lambat karena diskusi dosen di akhir jam

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status