Kana menatap kekacauan di lantai dengan tenang, lalu menjawab singkat, "Ya"."Kakak benar-benar murah hati."Aline tersenyum cerah, tangannya makin tidak terkendali saat memilih-milih perhiasan.Sebuah kalung mutiara laut dalam putus di tangannya.Butiran mutiara sebesar kacang jatuh berserakan di lantai.Kana hanya melihatnya dengan wajah datar, lalu turun dari tempat tidur dan mulai berpakaian.Aline menghela napas pelan."Acara amal malam ini sangat penting. Aku sebenarnya cukup suka kalung mutiara ini, sayang sekali rusak. Katanya itu peninggalan ibumu yang sudah meninggal, aku benar-benar minta maaf."Kuku tajam Kana menancap ke telapak tangannya, menimbulkan rasa nyeri.Suaranya sangat pelan. "Nggak masalah, itu cuma benda mati.""Benda nggak lebih penting dari manusia. Selama kau suka, semua barang di rumah ini boleh kau pilih."Aline terdiam sejenak.Namun, detik berikutnya, matanya berkilat jahat. Dia melangkah maju dan menarik pergelangan tangan Kana."Kakak, gelang ini canti
Read more