LOGINPada hari ketika Marcel Davka kembali ke Hangkang setelah membunyikan lonceng pembukaan perdagangan di Wolstrit, ambang pintu rumah Keluarga Ehren nyaris rusak karena didatangi banyak orang. Semua orang berkata bahwa Kana Ehren, putri sulung Keluarga Ehren yang manja dan angkuh, telah bertaruh pada orang yang tepat. Di kawasan kumuh, dia berhasil menemukan menantu yang luar biasa berbakat. Namun, beberapa hari terakhir ini Kana justru sangat gelisah. Penyebabnya, dia terus dihantui oleh sesosok hantu perempuan. Semua itu bermula sejak Marcel berangkat ke Amriga. Tiba-tiba, di sisinya muncul sosok hantu perempuan gila yang hanya bisa dilihat oleh Kana. Sosok itu mengaku sebagai dirinya di masa depan. Hantu perempuan itu memiliki wajah yang sama persis dengannya, tetapi penuh bekas luka. Suaranya serak, tatapannya kosong. Rambutnya kering dan kusut, dengan ujung-ujung yang tidak rata seolah pernah terbakar. Dia seperti orang gila, bahkan bicara pun tidak jelas, menangis siang dan malam tanpa henti. Sampai hari ini, pada pesta perayaan keberhasilan Marcel. Kana berdandan dengan sangat cantik dan membawa buket mawar di tangannya. Namun, tepat saat hendak mendorong pintu masuk, tangan hantu perempuan yang penuh luka itu menekan tangannya. "Jangan masuk. Kehormatan yang dia raih bukan milikmu, tokoh utama malam ini juga bukan dirimu."
View MoreDi lantai satu gereja.Sosok hantu perempuan yang tidak dapat dilihat siapa pun berbisik di telinga Kana."Kana, mereka datang. Mereka ada di lantai dua ... jangan takut."Bulu mata Kana bergetar pelan, tetapi dia tidak menoleh ke lantai dua, apalagi menunjukkan kepanikan.Takut? Sejak lama dia sudah tidak takut lagi.Lima tahun lalu di Hangkang, dia nyaris berjalan melewati neraka.Hari ini, kemungkinan terburuk hanyalah kematian. Lalu apa yang perlu ditakutkannya?Dia menjawab hantu perempuan itu dengan suara lembut."Aku nggak takut.""Aku sudah menempatkan orang-orang di tempat tersembunyi. Aku bukan cuma nggak takut, aku juga bakal mengubah takdir kita dengan tanganku sendiri."Di sudut gelap lantai dua.Tangan Marcel yang menggenggam pistol terus bergetar."Tembak!" Pria berwajah penuh bekas luka itu mendesak sambil menggertakkan gigi. "Apa lagi yang kau tunggu? Bunuh Noah, dan dia bakal menjadi milik kita!"Jari Marcel sudah menekan pelatuk lebih dari setengahnya.Asalkan dia me
Pria itu tidak mengatakan apa-apa.Setelah menyunggingkan senyum dingin, dia perlahan mengeluarkan sebuah pistol yang telah dipasangi peredam suara.Moncong pistol hitam pekat itu dengan tenang diarahkan ke tengah dahi Aline."Ditambah kali ini, aku sudah membunuhmu sembilan kali. Semoga ini yang terakhir."Suara pria itu tidak menunjukkan sedikit pun emosi.Seolah merenggut nyawa Aline hanyalah perkara sepele baginya."Nggak! Jangan! Tolong!"Aline menjerit putus asa.Namun, yang menjawabnya hanyalah bunyi pelan pelatuk yang ditarik.Detik berikutnya, darah muncrat ke segala arah.Mata Aline membelalak lebar. Tubuhnya jatuh keras ke lantai, lalu tidak bergerak lagi.Pria itu menyimpan kembali pistolnya dengan ekspresi dingin.Dia menatap mayat Aline dari atas untuk waktu yang lama, lalu berbisik dengan suara serak dan dingin."Kuharap, saat kita bertemu lagi, kau cukup tahu diri buat menjauh sejak awal. Jangan datang lagi mengganggu hubunganku dengan Kana."Setelah mengatakan itu, pri
Teriakan Marcel yang menyayat hati, serta suara keras pagar rumah besar yang ditendang hingga roboh, memutus kehangatan yang baru saja mengisi taman itu.Senyum di wajah Kana seketika menghilang.Dia menoleh, menatap Marcel yang berjalan cepat ke arahnya.Lima tahun berpisah, kini kembali bertemu.Namun, yang memenuhi hati Kana hanyalah rasa muak yang samar.Sebaliknya, Marcel tampak sangat terguncang.Tangannya yang terulur untuk meraih Kana bergetar hebat.Sayangnya, sebelum sempat menyentuhnya, Noah yang berdiri di sisi Kana menepis tangan itu dengan keras.Namun, Marcel seolah tidak melihat keberadaan orang lain.Sepasang matanya yang memerah menatap Kana tanpa berkedip."Kana, aku sudah mencarimu selama lima tahun penuh. Pulanglah bersamaku."Nada bicaranya mengandung keyakinan seolah semuanya sudah sewajarnya seperti itu.Kepercayaan dirinya bersumber dari cinta Kana di masa lalu, cinta yang pernah diberikan tanpa syarat.Bahkan, tatapan Marcel kepada Noah pun dipenuhi penghinaan
Setelah mengatakan itu, Marcel berbalik dengan cepat dan tergesa-gesa naik ke mobil.Mobil Maybach itu melesat keluar dari parkiran bawah tanah seperti orang gila.Sementara pria yang telah memberi pencerahan kepada Marcel itu perlahan menghilang ke dalam sudut yang gelap.Dia menatap diam ke arah lenyapnya lampu belakang mobil Marcel.Di dalam tatapan yang hampa dan tanpa kehidupan itu, bergejolak obsesi yang tidak sehat."Pergilah."Dia bergumam pelan, "Semoga kali ini kau masih sempat."Dia perlahan menundukkan pandangan. Ujung jarinya yang kasar mengusap pistol dingin di dalam saku.Sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum menyeramkan."Kalau di garis waktu ini kau masih gagal memenangkan hatinya kembali ....""Maka aku ... cuma bisa mengakhiri hidupmu seperti beberapa sampah sebelumnya. Aku bakal membunuhmu dengan tanganku sendiri, membunuh kalian semua, hingga di seluruh garis waktu ini cuma tersisa aku."Pria itu mendongak menatap kehampaan, lalu berbisik lirih, seolah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.