"Baiklah, ikut aku ke dalam," ucap Wira akhirnya seraya berbalik. Ia memimpin jalan, menyibakkan tirai pembatas menuju ruang tato. Wira mempersilakan wanita itu duduk di atas kursi kulit panjang yang bisa disandarkan, sementara ia sendiri mulai melangkah ke arah lemari kaca untuk menyiapkan segala perlengkapan tatonya. Botol tinta hitam khusus, cairan antiseptik, dan tentu saja jarum emas magisnya. "Apa Anda ingin tato ini di lengan?" tawar Wira langsung tanpa bertanya lebih jauh. Di dalam benaknya, tidak mungkin wanita anggun, berkelas, dan tampak berpendidikan seperti Nora akan meminta dibuatkan tato di tempat yang aneh-aneh atau tersembunyi, seperti Rosa atau wanita-wanita malam penghuni rumah bordil Mami Jo yang sering meminta tato di area sensitif untuk memikat pria. "Tidak. Aku tidak ingin dia tahu aku membuat tato ini di tubuhku," sahut Nora pelan, suaranya terdengar bergetar namun ada ketegasan di dalamnya. Nora menjeda kalimatnya sejenak, menatap lurus pada dinding
آخر تحديث : 2026-07-09 اقرأ المزيد