"Bang...! Bang Wira...!" Suara panggilan Ganta memecah ketegangan yang mendadak membeku di lorong paviliun. Langkah kaki asisten muda itu terdengar tergopoh-gopoh mendekat, namun perlahan melambat saat berpapasan langsung dengan Senjana. Ganta buru-buru menundukkan kepala penuh hormat, memberi jalan sebelum akhirnya menghentikan langkahnya tepat saat Wira melangkah keluar dari ambang pintu kamar. "Ada apa, Ganta?" tanya Wira cepat. Dahinya berkerut cemas, benaknya langsung dipenuhi dugaan buruk kalau-kalau rombongan Black Serpent yang dipimpin Marco mendadak berbalik arah dan kembali. Ganta melirik canggung ke arah Senjana. Gadis itu berdiri tak jauh dari mereka di depan meja bar dapur mini, tengah menenggak sebotol air mineral dingin dari dalam kulkas dengan gerakan tenang. "Di depan ada orang, Bang," bisik Ganta ragu. "Studio sudah tutup. Aku tidak menerima pelayanan tato atau pelanggan lagi hari ini," pangkas Wira tegas, rasa lelah dan frustrasi masih menumpuk di dadanya.
آخر تحديث : 2026-08-18 اقرأ المزيد