Jemari Lusiana yang dihiasi cat kuku berwarna merah marun bergerak cepat, menautkan jemarinya pada kancing kemeja hitam yang dikenakan Wira, lalu merenggutnya lepas dengan gerakan yang teramat berani. Dua buah kancing plastik terlepas, menampakkan sebagian dadanya yang bidang. "Apa maksud Anda, Nyonya?!" Wira mundur satu langkah dengan sigap, menepis lembut namun tegas tangan wanita paruh baya itu dari dadanya. Sorot matanya menajam, dipenuhi rasa waspada yang memuncak. Lusiana tidak terkejut oleh penolakan itu. Ia justru menyunggingkan senyuman tipis yang dingin, melangkah maju menutup jarak yang baru saja diciptakan Wira. "Sudah kubilang, secara technically separuh tempat ini adalah milikku..." bisik Lusiana, suaranya merendah sarat akan intimidasi dan kuasa. "...dan itu termasuk kamu, Wira." Wira meretakkan rahangnya, dadanya yang terbuka sedikit naik turun menahan napas yang memburu. "Pak Haryo akan membunuhku jika dia tahu istrinya ada di sini dan mengatakan hal itu." "Dia
آخر تحديث : 2026-08-14 اقرأ المزيد