Sore itu, Julian kembali datang ke studio. Namun kali ini, ia tidak cuma membawa berkas dokumen pameran atau draf kontrak kerja. Di tangan kirinya, terpenggang sebuah buket bunga berukuran sedang dengan kombinasi warna yang tak biasa. Dedaunan eucalyptus dan beberapa tangkai peony putih segar.Julian melangkah masuk setelah mengetuk pintu kayu yang terbuka separuh. Ia meletakkan buket bunga itu secara santai di atas meja kecil dekat sofa, bukan menyodorkannya langsung ke hadapan Shaluna dengan gaya dramatis.Shaluna yang sedang membersihkan palet catnya menoleh, melirik sebentar ke arah meja sebelum menatap Julian."Maksudnya apa ini, Mas Julian?" tanya Shaluna, suaranya tetap jernih walau ada nada heran yang tak ditutupi.Julian terkekeh pelan, menyandarkan punggungnya di pinggir meja sambil melipat kedua tangan."Cuma apresiasi kecil," jawab Julian santai, suaranya terdengar lepas dan alami. "Pihak galeri di Singapura baru saja konfirmasi kalau seluruh tiket pameran utama har
Last Updated : 2026-08-13 Read more