“Apa kamu tahu kalau pengajuan amnesti papa sudah disetujui DPR?” Jeevi yang sedang membuat minuman terkejut mendengar itu. Dia buru-buru menata dua gelas jus jeruk itu ke sebuah nampan, lalu membawanya ke living room. “Yang bener? Jadi, papa bisa beneran bebas, Kak?” Jenan mengangguk seraya tersenyum. Bukan hanya Jeevi, dia pun sudah menunggu momen ini. Momen di mana papa akan kembali di sisi sang mama, tanpa wanita lain. “Maksudnya Pak Priyadi akan segera bebas?” tanya Willa ikut menyambar, dia baru tahu kabar ini. “Iya, Willa. Papaku bakal bebas.” Saking senangnya Jeevi memeluk adik iparnya itu. “Wah, selamat ya, Kak. Akhirnya Kak Jeevi bisa berkumpul dengan papanya lagi. Sayang, mama Kak Jeevi sudah pergi duluan.”Dengan raut sedih, Jeevi melepas pelukan Willa. Kontras dengan Jenan yang justru memasang wajah keras mendengar ucapan Willa. Karena bagi pria itu kalimat perempuan itu cukup mengganggunya. “Mama Jeevi yang lain masih ada,” ujar Jenan yang langsung mendapat atensi
Last Updated : 2026-10-22 Read more