“Aku sudah membeli beberapa gaun buat kamu, Jeevi.”“Gaun buat apa? Aku udah punya banyak, Kak. Noh satu kamar isinya gaunku doang.” “Itu dari suami kamu. Yang ini dari aku, jelas beda dong.” “Jangan buang-buang uang, Kak. Mending uangnya buat apa kek.” Jenan mendesah. Niat baiknya selalu saja Jeevi tolak. Agak menyebalkan tapi dia harus sabar. Bahkan setelah makan malam selesai, Jeevi tampak enggan mengobrol lebih lama dan langsung meminta pulang. “Kita jarang ketemu, sekalinya ketemu cuma sebentar. Suami kamu juga sedang tidak ada. Di unit pasti kamu tidak melakukan apa-apa, kan?” Sambil mengenakan tasnya lagi, Jeevi mendorong kursi ke belakang. “Aku masih belum menyelesaikan tugas, Kak. Besok harus dikumpulin.”Keduanya lantas beranjak keluar restoran setelah Jenan menyelesaikan bill. Melangkah beriringan menuju pintu restoran, yang dijaga seorang butler. Jeevi mengucapkan terima kasih saat butler itu membuka pintu untuknya. “Gaun yang aku beli ada di apartemenku. Mau mampir s
Last Updated : 2026-10-25 Read more