“Wangi banget….” Perpaduan vanila dan sugar palm memenuhi indra penciuman Wima ketika dia turun. Dirinya yang sudah rapi langsung menghampiri dapur, tempat istrinya bereksperimen. “Kamu bikin apa, Sayang?” tanya pria itu seraya melongok kegiatan istrinya. “Puding gula merah buat nenek.” “Wangi sih, tapi enggak tau deh rasanya enak apa enggak.”“Ya enaklah!” Jeevi melotot tak tak terima. “Nenek tuh suka banget puding buatan aku ini.” “Tapi nenek kan masih di ruang ICU.” Jeevi mendesah. Gerakan mengaduk pan sontak melamban. “Iya, aku tau. Tapi aku pengen bikin ini.” “Oke nggak apa-apa,” ucap Wima, tangannya terulur mengusap kepala wanita itu. “Tapi aku dibagi ya ntar.” Bibir Jeevi melengkung, lalu mengangguk. Dia mematikan kompor, menunggu uap hilang lalu menuangkan adonan puding ke cetakan. Setelah urusan puding selesai, dia sibuk lagi menyiapkan sarapan. Roti panggang, omurice, dan potongan alpukat, serta jus. “Pulang jam berapa ntar?” tanya Wima saat akhirnya mereka duduk be
آخر تحديث : 2026-11-01 اقرأ المزيد