Sebagai kepala keluarga, Wima duduk di kursi utama, yang letaknya paling ujung meja. Di sisi kiri pria itu Jeevi duduk, bersampingan dengan Willa dan juga keluarga kecil Shara serta Disty. Sementara di sisi sebelah kanan ada nenek dan bunda, Ratih dan suaminya serta Satya dan tunangannya. Sejak tahu Satya ternyata bagian dari keluarga Sagara, Jeevi lebih banyak bungkam. Satya pun sama. Pria itu sepertinya masih syok saat tahu calon istri pamannya itu ternyata Jeevi. Di kursinya Satya memasang wajah keras. Dua tangannya yang memegang garpu dan sendok bahkan terkepal erat seraya terus menatap Jeevi yang malam ini terlihat sangat berbeda. “Om kenal Jeevi di mana?” tanya Disty, membuat mata Satya refleks melirik adiknya itu dengan tatapan tajam. “Disty, Jeevi akan segera jadi bibi kamu, jadi panggil dia dengan panggilan yang benar,” tegur Nenek agak sedikit keras. “Oh, iya. Maaf, Uyut.” Bibir Disty mencebik. “Kami kenal di kafe teman,” sahut Wima sambil mengangkat gelasnya. “Ka
Last Updated : 2026-08-12 Read more