Dua tangan Wima mengepal di sisi tubuh. Tatapannya tidak lepas dari wanita yang ada di pelukan Danendra. Meski dalam hati kesal bukan main, dia memilih menahan diri. Demi semua yang hadir di sini, dan harapan yang sudah terlanjur dia berikan pada nenek dan bundanya. “Jeevi, gimana kamu bisa menikah kalau terus nangis begini?” tanya Danendra–papa Jeevi– terkekeh seraya mengusap lembut punggung putrinya. “Wima nggak akan mau menikahi gadis cengeng, Nak.” Jeevi menyusut hidung. Mungkin terlihat memalukan, tapi saat melihat papa rasanya tidak tahan untuk tidak meminta kekuatan dari pria yang paling dia cintai itu. “Tuh kan, riasan kamu luntur,” ucap Danendra saat akhirnya Jeevi mau melepas pelukannya. “Hadeh, sudah susah payah gue benerin, lo ancurin lagi, Jeev,” kesah Brina lalu meniup poninya. Perempuan itu melirik papa Jeevi dan tersenyum. “Apa kabar, Om?” sapanya, lalu segera salim dan memeluk mantan menteri yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri itu. “Alhamdulillah kabar
Last Updated : 2026-08-21 Read more