Sumpah, rasanya Jeevi ingin merajam dua manusia itu. Kalau tidak sedang berada di tempat umum, dan mungkin saja bisa membuat Wima malu, ingin rasanya dia menerjang pria keparat itu, mencincangnya hingga menjadi dendeng. “Jev, gue siap bantu kalau Lo mau labrak mereka,” bisik Brina yang juga terlihat kesal. Ah, jiwa bar-bar nya meronta-ronta. Andai tidak ada Rafli, dia pasti sudah merangsek maju dan menghadiahi Satya dengan satu pukulan telak. “Gue bisa ngancurin reputasi Om Wima kalau labrak mereka di sini,” sahut Jeevi ikut berbisik, dengan tatap yang tak lepas dari pria jahanam itu. “Om Wima tumben ke kantor?” tanya Ruby, wanita dengan setelan gaun mahal yang katanya sudah menjadi pacar Satya sejak lima tahun lalu, mendekati Wima. Bahkan melewati Jeevi dan Brina seolah mereka tak kasat mata. Ingat fakta mereka sudah lebih lama berhubungan, membuat dada Jeevi ingin meledak. Satya benar-benar menipunya mentah-mentah selama dua tahun ini. “Saya memang kadang ke kantor kalau ada hal
Última atualização : 2026-08-17 Ler mais