“Jadi, Nak Jeevi usianya berapa sekarang?”“25 tahun, Tante.”Nenek dan Bunda saling pandang. Tidak menyangka gadis imut itu ternyata sudah dewasa. “Saya pikir, Nak Jeevi baru 17 tahun,” ucap Bunda terkekeh pelan. “Jangan panggil saya Tante ya, sudah nggak cocok. Panggil saya Bunda aja. Sama kayak Wima.” Kekhawatiran Jeevi bahwa dirinya akan diusir perlahan menguap. Ternyata nenek dan ibunya Wima se-humble itu. Lembut, ramah, sama sekali tidak arogan meskipun dari kalangan atas. “Baik, Tan—eh, Bunda.”“Kegiatan kamu sekarang apa?” “Saya kerja, Bun.” “Jeevi kerja di perusahaan kita, Bun,” sela Wima cepat. Bisa gawat kalau wanita itu jujur tentang pekerjaannya di bar. Ujung mata Jeevi melirik Wima yang duduk di sebelahnya. Dahinya sedikit mengerut. Kapan dirinya bekerja di perusahaan pria itu? “Oh, jadi kalian cinlok?” komentar Nenek terkekeh pelan. “Yang seperti itu memang sudah sering terjadi. Dulu waktu nenek masih aktif kerja sama suami nenek, sering banget Nemu karyawan yang
Última atualização : 2026-08-07 Ler mais