Seperti anak kucing Wima mendudukkan Jeevi di kursi, tepat di depan piring sarapan pagi yang sudah terisi beberapa lapis pancake dengan taburan gula halus serta hiasan buah strawberry yang dipotong dua bagian. Di sisi piring itu ada juga sup krim yang beraroma wangi. Selain itu terdapat pitcher berisi air lemon, teko teh, serta french press yang sudah ada kopinya. Komplemen lain seperti madu, gula, dan krimer juga ada. Wima beranjak meraih kaos di atas meja, dan mengenakannya sebelum kembali menghampiri meja makan. “Ini … kamu semua yang nyiapin?” tanya Jeevi memindai isi meja. Penyajian sarapan pagi setelah menikah sudah seperti lagi ada di hotel saja. Sambil menarik kursi untuk dirinya sendiri Wima menjawab, “Apa kamu merasa nyiapin?” Jeevi meringis. Pagi-pagi sudah kena tampar bolak-balik sama ucapan suami sendiri. Kalau semalam tidak teler, dia juga bisa bangun pagi dan siapin sarapan. Cuma pancake dan sup krim, enteng itu mah. “Besok aku bikin sarapan yang lebih istimewa deh
Última actualización : 2026-08-24 Leer más