Yang paling sibuk dan pusing mempersiapkan pesta pernikahan Wima dan Jeevi, tentu saja Rafli. Dia sampai harus meminta bantuan divisi sekretaris untuk membantunya menyelesaikan beberapa pekerjaan. Khususnya urusan perusahaan yang akan dirinya dan Wima tinggal selama sepuluh hari ke depan. Dia bahkan sampai kurang tidur demi lancarnya acara nanti. “Astaga, Pak Rafli?” seru Brina saat tanpa sengaja berpapasan dengan pria tangguh itu di coffee shop sayap kanan lobi. Wanita itu mengerjap melihat lingkaran hitam di bawah mata Rafli. “Anda sudah kayak zombie, Pak,” celetuk wanita itu seraya melirik cangkir berisi kopi hitam di tangan pria itu. “Selamat siang, Mbak Brina,” sapa Rafli, bersikap sopan seperti biasa. Senyum kecil andalannya tidak pernah ketinggalan. “Pak Rafli mau ngopi kan?” tanya Brina. Tapi sebelum Rafli menjawab, wanita itu bertanya lagi. “Saya juga mau ngopi, mau nggak ngopi sama saya, Pak?”“Uhm… “ Rafli mengintip pergelangan tangan. Dia memang sedang butuh istirahat se
Última actualización : 2026-08-29 Leer más