Share

Bab 5

Author: Xaviera
Pada hari kepulangannya dari rumah sakit, Samuel menjemputnya pulang. Saat melihat kamar yang telah kosong, alis pria itu sedikit mengernyit.

"Kenapa banyak sekali barang yang berkurang di rumah?"

Nada suara Frida terdengar datar saat berkata, "Dua hari yang lalu, aku membuang banyak barang yang sudah nggak terpakai, makanya kelihatan sangat kosong. Setelah beberapa hari, kamu juga akan terbiasa melihatnya."

Samuel tidak berpikir macam-macam. Dia memapah Frida kembali ke kamar tidur, lalu pergi ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk selama beberapa hari ini.

Setelah beristirahat selama satu dua hari, Frida perlahan-lahan sudah bisa turun dari tempat tidur.

Dia pergi ke kantornya sekali untuk mengajukan pengunduran diri.

Atasannya sangat terkejut dan berinisiatif menanyakan alasannya.

"Frida, kamu baru saja terluka dua hari yang lalu dan masih dalam masa pemulihan, kenapa tiba-kira mau mengundurkan diri? Apa kamu bersiap jadi ibu rumah tangga setelah menikah?"

Setelah lulus kuliah, Frida melepaskan kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri, dan juga menolak tawaran dari studio fotografi terbaik di industrinya.

Dia malah bekerja di perusahaan fotografi pernikahan ini hanya demi bisa tetap berada di sisi Samuel.

Dulu dia mengira jika dia melepaskan impiannya, dia akan mendapatkan kebahagiaan.

Namun jika dilihat sekarang, sejak awal dia sudah salah memilih.

Meski begitu, Frida paham bahwa hidup tidak bisa diulang kembali, dan dia tidak menyesali masa lalunya.

"Saya memang akan menikah, tapi saya mengundurkan diri bukan untuk jadi ibu rumah tangga, tapi berencana kembali ke Kota Halua untuk memulai kembali dari awal."

Atasannya dapat memahami perasaan perantau yang merindukan kampung halamannya, sehingga menyetujui pengunduran diri tersebut.

Frida mengucapkan terima kasih dengan hormat. Atasannya melambaikan tangan, lalu menyodorkan sebuah dokumen kepadanya.

"Selama bertahun-tahun ini kita semua saling menjaga, nggak perlu sungkan begitu. Aku malah mau merepotkanmu. Baru-baru ini kami berencana mengganti mitra firma hukum. Pacarmu sepertinya bekerja di firma hukum itu, ‘kan? Apa kamu mau membawakan dokumen ini padanya?"

Karena hanya bantuan kecil, Frida segera menyetujuinya.

Dia membawa dokumen itu ke firma hukum tersebut. Setelah mengetahui Samuel sedang rapat, dia menunggunya di dalam ruang kerja pria itu.

Tidak lama kemudian, Kamila mengetuk pintu dan berjalan masuk sambil membawa secangkir kopi.

"Kak Frida, Kak Samuel masih agak lama menyelesaikan urusannya, biar aku mengobrol sebentar denganmu. Kudengar, baru-baru ini kamu kecelakaan mobil, apa tubuhmu nggak apa-apa? Kak Samuel akhir-akhir ini sibuk membantuku beres-beres dan menyewa rumah untukku, sampai-sampai dia sangat sibuk. Kalau dia nggak bisa merawatmu sepenuhnya, jangan marah, ya!"

Baru saat itulah Frida mengetahui bahwa ternyata alasan Samuel sering keluar rumah dalam dua hari ini adalah untuk membantu Kamila menyewa rumah.

Dia mengangkat kopi lalu menyesapnya sedikit, nada suaranya sama sekali tidak menunjukkan gejolak emosi.

"Kalian adalah Kakak-adik tingkat, wajar dia menjagamu, aku nggak akan marah."

Kamila tersenyum, lalu duduk di sampingnya.

"Baguslah kalau nggak marah. Aku kira karena Kak Samuel berkali-kali mengingkari janji denganmu demi aku, Kakak akan salah paham padaku. Sebenarnya, aku sengaja nggak memberitahunya, tapi dia yang memaksa merawatku setelah dengar dari teman kantor kami. Pernikahan adalah peristiwa yang besar, pasti akan ada salah paham. Aku terus membujuknya untuk segera ke KUA, tapi dia yang nggak ada respons."

"Berkali-kali bergitu, sampai banyak teman kantor yang mengira dia menjadikanku sebagai alasan karena dia nggak mau menikah denganmu! Aku nggak mau membuat orang lain salah paham, jadi aku juga pernah tanya padanya apakah memang begitu. Dia nggak menjawabku langsung dan cuma mengatakan dua poin yang sangat aneh padaku."

"Poin pertama adalah karena waktu yang dihabiskan bersama sangat lama, sudah jadi kebiasaan. Sudah terlibat dalam banyak hal, mau putus pun, nggak bisa sepenuhnya. Poin kedua adalah pertemuan antara manusia dapat dilihat dari waktunya. Ada yang terlalu cepat, ada yang terlambat selangkah. Ada yang mungkin hanya lewat, ada yang bertahan selamanya. Aku juga nggak tahu apa maknanya, apa Kakak tahu?"

Mendengar kedua poin itu, Frida seketika langsung memahami makna di dalamnya.

Poin pertama adalah cara Samuel menggambarkan bahwa perasaannya pada wanita itu hanyalah kebiasaan, sama sekali tidak ada cinta. Alasan mereka tidak berpisah hanyalah karena dia takut repot dan malas untuk mengakhirinya.

Poin kedua adalah caranya memberi tahu Kamila bahwa dia dan Kamila bertemu terlalu lambat.

Dari mulut gadis itu, Frida akhirnya mengerti alasan sebenarnya mengapa Samuel tidak mau menikah, sekaligus tidak pernah mengungkit soal kata putus.

Pria itu belum seratus persen memastikan perasaannya sendiri, sehingga dia masih ragu-ragu.

Namun, meskipun belum pasti, dia sudah bisa memanjakan dan menuruti Kamila sampai ke tahap ini.

Lalu, setelah Samuel menyadari cintanya nanti, sampai sejauh mana dia akan berkorban demi gadis itu?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta yang Terkubur   Bab 24

    Samuel bertahan di dalam mobil sepanjang malam. Keesokan harinya, dia menunggu satu hari penuh hingga akhirnya pada malam hari, dia melihat Frida dan Marsel keluar dari hotel.Frida tampak sangat bahagia sambil menggandeng tangan Marsel. Keintiman di antara keduanya, menciptakan atmosfer yang tidak bisa diganggu gugat oleh orang lain. Sepasang pria tampan dan wanita cantik itu, menjadi pusat perhatian di jalanan. Sementara Samuel hanya bisa bersembunyi di sudut yang gelap, mengintip kebahagiaan yang seharusnya menjadi miliknya.Jika saja dulu saat Kamila muncul, dia tidak membiarkan hatinya goyah dan tetap setia pada Frida, maka orang yang berdiri di samping wanita itu sekarang adalah dirinya. Dia telah kehilangan orang yang paling mencintainya hanya demi ego sesaat.Marsel sangat peka dengan sekitar. Menyadari ada yang mengintai, dia mengeluarkan ponsel dan mengirim sebuah pesan singkat. Lalu dia tetap bersikap biasa sambil menggandeng Frida, meski tubuhnya mendadak menegang waspad

  • Cinta yang Terkubur   Bab 23

    Samuel masih ingin melihat Frida untuk terakhir kalinya. Setelah mengetahui Frida dan Marsel sedang berbulan madu di luar negeri, dia langsung membeli tiket pesawat untuk menyusul.Namun begitu turun dari pesawat, dia menerima banyak pesan. Polisi telah menemukan jenazah Kamila. Karena rambut dan sidik jarinya ditemukan di lokasi kejadian, polisi bersiap menangkapnya dan mengirim pesan menyuruhnya menyerahkan diri.Samuel langsung mencopot kartu ponselnya dan membuangnya ke dalam toilet. Setelah melakukan penyamaran sederhana di kamar mandi, dia keluar dan memanggil taksi, lalu memberikan seonggok uang tunai kepada sopir untuk mengantarnya ke tempat penyewaan mobil ilegal. Melihat uang yang tebal, sopir taksi langsung mengantarnya ke sana. Setelah negosiasi singkat, dia berhasil mendapatkan mobil ilegal tanpa identitas. Dia memasukkan titik tujuan dan langsung berkendara menuju lokasi Frida...."Baik, saya paham. Jika melihatnya, saya akan langsung menghubungi polisi." Di tempat

  • Cinta yang Terkubur   Bab 22

    Samuel yang lukanya belum sembuh terpaksa mengurus masalah firma hukumnya dengan tubuh yang sakit. Setelah urusan selesai, karier yang dibangunnya bertahun-tahun hancur total, bahkan izin pengacaranya pun hampir dicabut.Dia terus menyelidiki dalang di balik semua ini hingga menerima sebuah rekaman video misterius. Dari sana dia tahu bahwa ini semua adalah ulah Kamila. Saat dia tertidur di rumah sakit, gadis itu membawa orang untuk mencuri data di ponselnya."Kamila, aku akan membunuhmu!" Pada saat ini, kebenciannya pada Kamila mencapai puncaknya.Dia baru keluar dari rumah sakit sebulan kemudian. Sejak tahu dalang di balik kehancurannya adalah Kamila, setiap hari dia merencanakan balas dendam. Setelah memikirkan berbagai cara selama sebulan, Samuel akhirnya memilih jalan yang paling cepat.Setelah membuntuti Kamila selama dua hari, dia memilih malam yang gelap untuk memukul gadis itu hingga pingsan. Memasukkannya ke dalam karung, lalu membawanya ke sebuah gudang tua yang sudah dia

  • Cinta yang Terkubur   Bab 21

    "Halo?" Suara Frida terdengar dari seberang telepon. Seketika Samuel merasa waktu seolah berjalan mundur, dan air matanya hampir menetes. "Frida, ini aku. Tolong jangan ditutup dulu, dengarkan penjelasanku, ya? Aku mimpi sesuatu, di dalam mimpi itu, kita berada di dalam sebuah buku." Samuel memohon dengan sangat rendah hati agar Frida mau mendengarkannya.Di seberang sana, Frida yang mendengar suara Samuel, sebenarnya berniat langsung menutup telepon. Namun, mendengar perkataan pria itu, dia mengurungkan niatnya. Dia tiba-tiba teringat, jika hal ini ketahuan oleh Marsel, dia pasti harus memutar otak lagi untuk membujuk suaminya yang sangat mudah cemburu itu. Setelah pernikahan selesai waktu itu saja, dia butuh waktu lama untuk menenangkan Marsel di rumah. Pria itu bahkan terus menggunakan masalah itu untuk bermanja-manja dan meminta perhatiannya, hingga rencana bulan madu mereka harus tertunda lama karena ulah manjanya setiap hari."Frida, apa kamu juga mimpi hal yang sama? Di dal

  • Cinta yang Terkubur   Bab 20

    Saat Samuel terbangun, Kamila sudah tidak ada. Setelah mengurus administrasi keluar dari rumah sakit, dia langsung naik taksi untuk pulang. Langit tampak mendung pekat dan angin kencang menggulung awan hitam, pertanda badai besar akan segera datang. Saat melewati sebuah persimpangan, sebuah truk yang hilang kendali tiba-tiba menghantam taksi yang ditumpangi Samuel.Samuel merasa tubuhnya seperti diguncang hebat dalam mesin cuci, sementara pecahan kaca menyayat wajahnya. Pandangannya berputar sebelum akhirnya dia terjebak di bawah badan mobil. Mobil itu mulai memercikkan api dan tercium bau bensin yang menyengat, tetapi karena terluka parah, dia tidak bisa bersuara. Orang-orang yang melintas segera menelepon ambulans dan polisi, sementara beberapa warga yang baik hati berusaha menolong.Hujan deras mulai turun membasahi wajahnya. Dalam hati, dia hanya bisa meratapi nasibnya yang begitu akrab dengan rumah sakit belakangan ini. Jalanan menjadi sangat kacau, pecahan kaca berserakan,

  • Cinta yang Terkubur   Bab 19

    Setibanya di Kota Kiskan, Samuel segera menyelidiki peristiwa yang terjadi belakangan ini. Melihat dokumen di tangannya, dia merasa sangat kesepian. Baru sekarang dia menyadari betapa fatal kesalahan yang telah diperbuatnya.Melihat foto pernikahan Frida yang didapatnya dari orang lain, serta senyum bahagia di wajah wanita itu, penyesalan mendalam merayapi hati Samuel. Kebahagiaan itu seharusnya menjadi miliknya.Setelah mengirimkan pesan pemecatan Kamila ke firma hukumnya, dia mengurung diri di rumah dan minum alkohol sepanjang hari untuk melupakan kesedihan.Hingga suatu hari, rekan kerjanya di firma hukum tidak bisa menghubunginya. Saat mendatangi rumah Samuel, rekan kerjanya menemukan Samuel sudah tidak sadarkan diri akibat keracunan alkohol. Karena panik, rekannya segera menelepon ambulans untuk membawanya ke rumah sakit.Saat terbangun, Samuel hanya bisa menatap kosong dinding ruang rawat yang putih. Dulu, setiap kali dia sakit dan dirawat, Frida selalu sibuk mengurus dan meraw

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status