“Apa kau membawa pisau?” Lea mengulurkan tangan meminta.Heba merogoh tas kulit yang tersandang di bahunya, lalu dengan ragu menyerahkan sebuah pisau kecil.Lea menghampiri kaktus tersebut, lalu dengan hati-hati mulai memetik buah kaktus berwarna pink itu. Ia bergerak sangat hati-hati, karena tak ingin melukai tangannya sendiri hingga berdarah.Tapi Lea mulai kesal karena pisau itu sangat tumpul. Ia harus menahan diri sekuat tenaga agar tidak mengeluh pada Heba.Bagaimanapun juga, dia tidak boleh mengharapkan adanya peralatan memadai di zaman kuno ini.Setelah mengumpulkan sekitar sepuluh buah kaktus, Lea meletakkannya beralaskan pasir. Masih dengan sangat berhati-hati, dia mulai membersihkan duri halus yang menempel di luar kulit buah itu. Memastikan semua duri telah hilang, barulah ia mengupasnya, menampakkan daging buah berwarna merah keunguan.“Jangan, Putri!”Heba tadi hanya diam saat melihat Lea membersihkan duri, tapi ia tak mungkin tinggal diam saat melihat majikannya itu bersi
Last Updated : 2026-07-15 Read more