"Mmmhhh!" seruku tertahan di tengah serbuan lumatan bibirnya yang memabukkan.Aku berusaha keras mendorong dada bidang Axel agar ia menghentikan ciuman gilanya, tetapi usahaku sia-sia. Sebaliknya, Axel justru semakin buas melumat bibirku dengan ciuman yang mendesak nan panas, seolah melampiaskan rasa frustrasinya atas kegagalan bercinta kami tadi pagi.Sementara itu, mataku membelalak panik menatap indikator angka di atas pintu lift. Angka indikator itu meluncur turun hingga berganti menjadi angka lima.Ting!Pintu lift terbuka lebar. Namun, Axel yang sudah dirasuki gairah masih saja terus melancarkan ciumannya tanpa rasa panik sedikit pun.Di luar sana, dua orang staf wanita berdiri memergoki kami. Mereka tampak sangat terkejut, malu, dan buru-buru memalingkan wajah."M-maaf, Pak..." cicit salah satu dari mereka.Karena tidak berhasil mendorong tubuh besarnya, aku terpaksa menginjak ujung kaki Axel dengan sepatu selopku sekuat tenaga!"Ah!" pekik Axel spontan melepaskan ciumannya. "L
Dernière mise à jour : 2026-09-14 Read More