Aku ikut berdiri, mendongak menatapnya dengan raut wajah memohon. "Beneran untuk desain, Axel... Lagipula untuk apa gue bunuh diri? Kalau gue mati, bagaimana dong nasib suami gue yang ganteng ini...""Oh, iya juga ya..." Axel terkekeh geli, lalu merangkul tubuhku hangat dan manja. "Jadi... lo beneran cuma butuh inspirasi?"Aku mengangguk mantap seraya mengulas senyum lebar."Ya sudah, nanti gue minta tim HRD untuk menyiapkan area khusus di rooftop cuma buat lo."Aku melingkarkan lengan di pinggangnya erat-erat sambil menempelkan wajahku di dada bidangnya. "Terima kasih, Suami... Lo memang yang paling pengertian.""Nah, kalau begitu sekarang waktunya mandi..." Tanpa peringatan, Axel menggendong tubuhku secara bridal style menuju kamar mandi."Axel! Ngapain lo bawa gue juga!" teriakku refleks seraya memberontak minta diturunkan."Mandi berdua lah!""Gue nggak mau!" teriakku pura-pura menolak.Namun Axel tetap memaksaku ikut masuk. Pada akhirnya, kami menikmati waktu mandi pagi
Last Updated : 2026-09-17 Read more