"Panjang ceritanya, Feb," ucap Zea akhirnya, berusaha membuat suaranya terdengar ringan. "Nanti aja kita ngobrol di kamar. Sekarang makan malam bareng, yuk, sama Mama." Feby menatapnya beberapa detik, jelas tidak sepenuhnya puas dengan jawaban itu. Namun ia akhirnya mengangguk, meski dengan syarat. "Oke," ucapnya, menunjuk Zea dengan jari telunjuk. "Tapi awas, ya. Abis makan malam, kamu harus cerita semuanya. Nggak ada lagi alasan." "Iya, iya," jawab Zea, mencoba tersenyum wajar. Belum sempat mereka bergerak dari sofa, langkah kaki terdengar dari arah dapur. Donna muncul dengan celemek masih terpasang, wajahnya langsung cerah begitu melihat Feby. "Oh, Feby! Udah datang?" serunya ramah, langsung menghampiri. "Gimana kabarnya? Udah lama banget nggak mampir ke rumah." "Baik, Tante!" Feby berdiri dan menyerahkan salah satu kantong plastiknya. "Ini, oleh-oleh buat Tante. Nggak banyak, kok." Donna membuka sedikit kantong itu, matanya berbinar melihat isinya. "Ya ampun, kok repot-re
آخر تحديث : 2026-08-17 اقرأ المزيد