Zavian terdiam sesaat mendengar ancaman Selena. Napasnya masih memburu, tapi tatapannya perlahan berubah. Dari amarah membara, menjadi sorot mata yang lebih dingin dan menusuk.Ia tertawa pendek dan sinis, tanpa sedikit pun humor di dalamnya.“Jadi begitu, ya, Selena?" ucapnya, suaranya rendah. "Selama ini, setiap kali adik saya berhadapan sama kamu, selalu berakhir seperti ini.”Ia menatap wanita itu lekat, seolah baru benar-benar melihatnya untuk pertama kali.“Sekarang saya mulai ngerti,” lanjut Zavian dingin. “Kamu pintar sekali bermain kata-kata. Seolah semua kesalahan ini murni milik adik saya.”Ingatan tentang ucapan Selena yang sempat mengomentari fisik Zea yang ‘molek’ di depan banyak orang tiba-tiba melintas jelas di kepalanya. Dulu ia hanya merasa risih. Sekarang, ia paham betul apa yang sebenarnya sedang terjadi.Zavian mengalihkan tatapannya ke Marco yang masih berdiri babak belur, lalu kembali ke Selena."J
آخر تحديث : 2026-08-22 اقرأ المزيد