Sejenak suasana hening. Feby kemudian menoleh pada Zea dan Donna, seolah memberi mereka kesempatan untuk berbicara tanpa dirinya ikut campur. “Zea, Tante,” panggilnya pelan. “Aku tunggu di mobil, ya. Biar kalian bisa ngobrol dulu.” Zea menatap sahabatnya, lalu mengangguk kecil. “Oke, Feb.” Feby sempat melirik Moara sebelum akhirnya beranjak meninggalkan mereka. Ia berjalan menuju mobil, membiarkan Zea dan Donna tetap berada di taman bersama Moara. Zea kembali menatap kotak kayu di tangannya, dan jemarinya berhenti tepat di atas tutupnya. Ia tidak segera membukanya. "Kamu nggak harus buka sekarang," ucap Moara pelan, seolah bisa membaca keraguan di wajah Zea. "Kalau belum siap, simpan saja dulu. Tante nggak maksa kamu buka isinya, apalagi maksa kamu buat maafin Marco." Zea mengangkat wajah, menatap Moara dengan tatapan yang masih dingin. "Kenapa Tante malah bilang begitu?" "Karena itu barang pribadi Marco," jawab Moara. "Keputusan mau buka atau nggak, tetap ada di tangan kamu."
Last Updated : 2026-09-06 Read more