Pagi itu aku terbangun lebih awal, dibangunkan oleh rasa tak asing di perutku.Mualnya terasa berbeda—bukan karena telat makan seperti dulu. Ini jenis rasa mual yang membuat kepalaku terasa ringan, mulut terasa masam, dan seolah dunia berputar perlahan di sekelilingku. Dengan sigap aku duduk di tepi ranjang, menutup rapat mulutku menggunakan tangan. Di sampingku, Rey yang sedang tidur langsung terjaga. Sebuah refleks alami seorang suami yang tidur dengan kewaspadaan penuh demi istrinya."Rin? Kamu kenapa?" Suaranya terdengar serak karena baru bangun, namun tangannya sudah terulur menyentuh punggungku, mengusapnya dengan lembut dan menenangkan.Aku hanya menggeleng, tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Tanpa banyak tanya lagi, Rey mengangkat tubuhku dengan gaya membopong bak pengantin, meski jaraknya tak lebih dari dua meter ke kamar mandi."Sudah, muntahkan saja, Rin. Tidak apa-apa," bisiknya lembut tepat di telingaku.Aku muntah—isi perutku kosong, hanya tersisa cairan dan rasa as
Last Updated : 2026-08-24 Read more