Malam itu terasa sunyi, Di dalam gubuk, Elsa sudah tertidur lelap setelah mendapatkan pengobatan dan pelepasan dari Sena. Di luar gubuk reyotnya samar-samar terdengar langkah kaki, "Akhirnya datang juga." Sena melirik sekilas ke arah Elsa, lalu perlahan turun dari ranjang.Sena memakai kaosnya kembali, melangkah ringan tanpa suara keluar dari gubuk, dan menutup pintu dengan rapat tak ingin tidur lelap wanitanya terganggu oleh sampah-sampah yang datang.Begitu Sena melangkah ke pelataran gubuk yang gelap gulita, bayangan-bayangan hitam mulai bermunculan dari balik semak-semak. Belasan pria berbadan kekar dengan wajah-wajah garang khas preman luar daerah mengepung Sena. Di tangan mereka, kilatan senjata tajam berupa parang dan balok kayu tampak memantulkan cahaya bulan."Jadi ini si dukun kampung yang diceritakan Rio?" ucap seorang pria bermata satu yang tampaknya menjadi pemimpin gerombolan.Pria itu melempar seringai sadis. "Hei bocah, malam ini adalah malam terakhirmu bernapas!"
Last Updated : 2026-07-14 Read more