Di ruang tamu, Raka duduk berhadapan dengan pemilik rumah, seorang nenek berusia sekitar tujuh puluh tahun yang akan menjadi pasiennya. Di samping wanita itu duduk wanita cantik yang tadi menyambut kedatangannya di depan pintu. "Kamu cukup tampan, Anak Muda," puji nenek itu sambil mengangguk pelan. "Terima kasih, Nek," balas Raka sambil tersenyum. "Jangan panggil aku Nenek. Aku belum setua itu," protes wanita itu sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. "Panggil saja Tante Mira." "Ba-baik, Tante Mira," jawabnya sedikit kaku. "Nenek, ayo bersiap," sela wanita muda di sampingnya sambil tersenyum geli. "Jangan godain Mas Terapis terus." "Berisik sekali cucuku ini," gerutu Tante Mira. Ia kembali menatap Raka dengan penuh rasa ingin tahu. "Oh, ya, siapa namamu, Anak Muda?" "Nama saya Raka, Tante," jawab Raka sopan. "Kalau Tante sudah siap, kita bisa mulai terapinya." "Kenapa buru-buru sekali?" tanya Tante Mira. "Memangnya istrimu sudah menunggu di rumah?" "Nggak, Tante," jaw
Last Updated : 2026-08-04 Read more