"Mas Raka menginap di mana?! Sama siapa?! Kenapa baru pulang sekarang?!" celoteh Ririn beruntun dengan raut wajah kesal. "I-iya, iya, Rin! Nanti dijelaskan!" seru Raka memohon ampun sambil memegangi pergelangan tangan Ririn yang masih memelintir telinganya. "Aku ceritakan di dalam rumah, ya? Kita masuk dulu." "Oke... ayo masuk!" sahut Ririn galak. "Lepaskan dulu tanganmu, Ririn..." protes Raka sambil merintih. "Aku malu kalau ada tetangga yang lihat!" Dengan kesal, Ririn melepaskan jewerannya lalu berjalan menuju pintu rumah. Sementara itu, Raka bergegas mendorong sepeda motornya masuk ke halaman dan memarkirkannya. "Cepat buka pintunya, Mas Raka!" desak Ririn tegas. "Iya, iya, Ririn bawel," balas Raka sambil terkekeh. Raka membuka kunci pintu lalu melangkah masuk, disusul Ririn yang mengekor di belakangnya. "Tunggu sebentar, ya. Aku mau menaruh barang-barang dulu," pamit Raka sambil melangkah menuju kamarnya. Ririn tak menjawab. Ia langsung menyilangkan kedua tangan di dada l
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-07 Mehr lesen