“Zyan … lo enggak akan ke sini dulu?” Suara Kaluna-sang kakak dari ujung panggilan sana terdengar menggoda. Zyandru memejamkan mata, punggung pria itu bersandar pada kursi kebesarannya di ruang CEO gedung anak perusahaan AG Group. “Enggak usah lah, Kak ….” Zyandru menghela nafas pelan. “Yakin? Ratu bentar lagi balik ke NewYork, loh ….” Zyandru berdecak lidah sebal. “Dulu, lo ngelarang gue pacaran sama Ratu … sekarang malah ngonok-ngojokin.” Kaluna tertawa renyah. “Dulu ‘kan masalahnya beda.” “Salam aja sama Ratu ya Kak.” Kaluna tidak langsung merespon, sang kakak seperti sedang memikirkan sesuatu. “Lo yakin mau nikah sama gadis Natamanggala itu, Zyan? Lo ‘kan masih cinta sama Ratu.” Zyandru mencubit pangkal hidungnya, mata terpejam tapi bibir tersenyum pelik. “Masih banget Kak, gue masih cinta banget sama dia … tapi ya gimana, dianya enggak pernah mau jadi menantu Gunadhya.” Kaluna terkekeh pelan. “Ya udah, kata bunda … gadis Natamanggala itu keliatanny
Last Updated : 2026-07-19 Read more