Naya menelan ludah. Wajahnya merona hebat meski luka lebam menghiasi pipinya. "Kupikir... hanya ciuman Mas yang bisa menyembuhkannya dengan cepat." Jawaban itu adalah izin yang selama ini direkam Rekha dalam kepalanya. Dengan erangan rendah, Rekha memiringkan kepalanya dan meraup bibir Naya. Bukan ciuman yang terburu-buru, melainkan sapuan bibir yang sangat berhati-hati, lembut, namun memabukkan. Rekha menyesap bibir bawah Naya, sengaja menghindari sudut bibir yang terluka, memberikan ciuman seringan bulu namun penuh dengan luapan emosi yang tertahan. "Mhhmm..." Naya memejamkan mata, memiringkan kepalanya agar ciuman mereka semakin dalam. Tangannya perlahan merayap naik, melingkar erat di leher Rekha, menarik pria itu semakin menempel padanya. Merasakan balasan Naya, akal sehat Rekha nyaris putus. Ia memeluk pinggang ramping Naya, mengangkat tubuh ringan itu hingga duduk di atas pangkuannya. Naya tersentak pelan di sela ciuman mereka saat merasakan tubuh keras Rekha di bawahny
Last Updated : 2026-08-07 Read more