Ia mengambil sabun, mengusapkannya ke seluruh tubuh Naya dengan gerakan melingkar. Tangannya bergerak lambat, menikmati setiap detil tubuh wanita itu. Dari pundak, ke dada, ke perut, ke paha. Setiap sentuhan adalah pernyataan ulang atas kepemilikan. "Waktu Mas di penjara, Mas sering mimpiin ini," ujar Arga dengan suara sayu. "Mandiin kamu. Ngerawat kamu. Kayak dulu waktu kamu kecil dan demam, Mas yang duduk di samping kasur kamu seharian. Ingat nggak, Naya? Waktu itu kamu bilang, 'Mas Arga, aku takut mati.' Tapi Mas bilang, 'Nggak bakal, Sayang. Mas jagain kamu.' Dan sekarang... Mas masih jagain kamu. Cuma caranya yang beda." Air sabun mengalir di tubuh Naya, membasuh keringat dan bekas-bekas tadi. Arga membilasnya dengan air hangat, lalu mengangkat Naya dari bak mandi, membungkusnya dengan handuk tebal. Ia membawa wanita itu kembali ke ranjang, meletakkannya dengan sangat hati-hati. Arga mengeringkan tubuh Naya dengan handuk, gerakannya kini lembut. Setelah selesai, ia membalut
Last Updated : 2026-08-13 Read more