"Kalau kamu nolak, berarti ucapan maafmu tadi cuma bohong, Naya," potong Arga cepat, matanya kembali menyipit tajam, memberikan tekanan mental yang luar biasa berat. "Berarti kamu memang masih nungguin bajingan buronan itu datang ngejemput kamu." "Enggak, Mas! Jangan mikir gitu!" Naya memejamkan mata, air mata keputusasaan menetes dari sudut matanya. Logikanya mati total ditekan rasa bersalah. Dengan sisa keberanian yang rapuh, Naya mencondongkan wajahnya, menempelkan bibirnya yang bergetar ke bibir Arga dengan kaku. Sedetik Naya menyentuhnya, Arga langsung mengambil alih kendali sepenuhnya. Ia membalik tubuh Naya dengan gerakan kasar yang tiba-tiba, kembali mengungkung wanita itu di bawah tubuh besarnya. Ciuman kaku itu seketika berubah menjadi lumatan liar, rakus, dan penuh invasi tanpa ampun. Naya merintih dalam ciuman itu, tangannya tanpa sadar meremas seprai putih di bawahnya saat tangan Arga mulai menjelajah pinggangnya dengan beringas, merobek batas kewajaran seorang kaka
Last Updated : 2026-08-12 Read more