"Bangun, sialan! Aku belum selesai!" bentak Dewa, menendang pinggang Naya untuk memaksanya berdiri. Namun Naya hanya terdiam dalam posisi meringkuk. Di sisa-sisa kesadarannya yang kian menggelap, Naya membisikkan satu hal, pelan dan sarat akan penyesalan yang membakar sanubarinya hingga ke tulang. "Maafin aku, Mas Rekha... aku bener-bener nyesel ninggalin kamu..."***Hujan di luar apartemen mewah Rekha mulai turun dengan lebat, seolah menyuarakan badai yang sedang mengamuk di dalam dadanya. Pria itu berdiri di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke kerlip lampu kota Jakarta, tangan kanannya mencengkeram erat gelas kristal berisi wiski. Buku-buku jarinya memutih, gemetar menahan amarah, frustrasi, dan rasa hancur yang teramat sangat. Bayangan Naya yang berjalan menjauh darinya, menepis tangannya, dan memilih masuk ke dalam mobil monster itu terus berputar seperti kaset rusak di kepalanya. "Kenapa, Naya... kenapa kamu lepasin tangan aku?" bisik Rekha lirih, suaranya terc
Last Updated : 2026-08-03 Read more