Sinar matahari pagi menembus celah tirai kamar, menyapu wajah Puspa yang masih bergelung erat di dalam gulungan selimut. Di sampingnya, Jarren sudah rapi dengan pakaian olahraga. Pria itu membungkuk, menepuk pelan pipi istrinya yang masih setengah sadar. “Mpus, bangun. Hari ini kita lari pagi keliling kompleks,” bisik Jarren. Puspa hanya menderu pelan, menarik selimut hingga menutup seluruh kepala. “Seminggu ini kan sudah ke gym. Lagian ini hari Minggu, Mas. Males banget.” “Justru mumpung hari Minggu, kita cari udara segar di luar. Ayo, bangun,” ajak Jarren, mengusap-usap pipi Puspa. “Enggak mau. Masih ngantuk,” gumam Puspa dari balik selimut, suaranya terdengar merajuk. Jarren menyusupkan kedua tangannya ke bawah tubuh Puspa. Dalam satu gerakan mantap, pria itu mengangkat sang istri bersama selimut yang masih membungkusnya. “Eh! Jarren! Lepasin!” Puspa terpekik kaget, refleks melingkarkan lengannya di leher Jarren karena takut terjatuh. “Jarren? Mas Jarren, Mpus,” protes Jarre
Last Updated : 2026-09-14 Read more