Puspa menarik napas panjang. Jari wanita itu mengepal kuat.Wanita itu baru saja membuka mulut hendak membela diri, saat Darwis lebih dulu bicara, “Bu Puspa kemarin sakit, asmanya juga kambuh. Suaminya sudah kirim surat izin dan bukti kok kalau Bu Puspa memang dirawat di rumah sakit.”Farida tertegun.“A-apa, Pak?” Wanita itu tampak tidak percaya.“Bahkan saat sakit seperti itu, Bu Puspa masih sempat membuat tugas untuk anak-anak yang ditinggalkan,” lanjut Darwis datar. “Saya panggil Bu Puspa untuk urusan lain.”“Sudah jadi kewajiban saya, Pak,” sahut Puspa sambil tersenyum sopan pada Darwis, tetapi mengabaikan Farida yang menatap ke arahnya. “Jadi ada apa Bapak memanggil saya?”“Begini …” Darwis berdeham. “Ibu tahu, kan, setiap tahun kita selalu mengadakan reuni sepuluh tahun-an untuk setiap angkatan. Nah, tahun ini giliran reuni angkatan Ibu.”Puspa mengernyitkan dahi.“Jadi, saya mau Ibu jadi ketua pelaksana reuni tahun ini,” sambung Darwis. “Kalau acara reuni dipegang oleh alumni s
Last Updated : 2026-09-06 Read more