Malam itu, Jarren bahkan tidak memberi Puspa kesempatan untuk tidur tanpa berada dalam dekapannya.Jarren memeluk rapat tubuh Puspa dari belakang, satu lengannya melingkar di pinggang Puspa, sementara tangan lainnya melindungi perut Puspa dengan lembut. Pagi-pagi sekali, Puspa kembali dilanda mual hebat.“Yakin mau ngajar?” tanya Jarren sambil mengusap lembut punggungnya.Puspa memejamkan mata sesaat. Usapan lembut Jarren itu, secara ajaib menenangkan seluruh reaksi tubuhnya.“Iya,” jawab Puspa kemudian setelah mencuci mulut.“Ya sudah, tapi ingat, Jangan terlalu capek.” Jarren memutar tubuh Puspa supaya menghadapnya, lalu mendaratkan kecupan di dahi wanita itu. “Kalau ada yang negur kamu, laporin ke aku.”Puspa terkekeh. Dia mendorong pelan dada Jarren.“Aku siap-siap dulu,” ucap Puspa, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.Jarren melepaskannya dengan tidak rela. Dia terus memperhatikan Puspa, bahkan dengan sabar menunggu wanita itu bersiap-siap tanpa protes.Puspa butuh wak
Last Updated : 2026-08-24 Read more